Cara Root Android: Panduan Lengkap, Aman, dan Efektif

Cara Root Android

Rooting Android adalah proses yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan akses penuh ke sistem operasi Android. Ini memberi pengguna kontrol lebih besar terhadap perangkat mereka, termasuk kemampuan untuk menghapus aplikasi bawaan, meningkatkan performa, memperpanjang daya tahan baterai, dan memasang aplikasi yang membutuhkan akses root.

Namun, rooting bukan tanpa risiko. Proses ini dapat membatalkan garansi, menyebabkan bootloop, atau bahkan merusak perangkat jika dilakukan secara sembarangan. Oleh karena itu, penting untuk memahami secara menyeluruh cara kerja rooting, manfaatnya, serta langkah-langkah aman untuk melakukannya. baca juga: Fitur Tersembunyi di Android yang Jarang Diketahui

Apa Itu Root Android?

Secara sederhana, root adalah proses mendapatkan akses administratif (superuser) ke sistem Android. Android, seperti sistem berbasis Linux lainnya, memiliki pembagian hak akses. Tanpa root, pengguna hanya memiliki hak terbatas untuk menjaga keamanan sistem.

Dengan akses root, pengguna dapat mengubah file sistem, mengedit konfigurasi inti, atau menginstal aplikasi yang biasanya dibatasi oleh sistem.Cara Root Android

Kelebihan Melakukan Root Android

  1. Menghapus Aplikasi Bawaan (Bloatware)
    Banyak perangkat Android datang dengan aplikasi pra-instal yang tidak bisa dihapus. Dengan root, Anda bisa menghapus aplikasi tersebut dan membebaskan ruang penyimpanan.

  2. Kustomisasi Lebih Mendalam
    Anda bisa mengganti font sistem, animasi boot, hingga menginstal custom ROM seperti LineageOS untuk pengalaman baru.

  3. Backup dan Restore Lengkap
    Aplikasi seperti Titanium Backup memungkinkan backup data aplikasi, termasuk data internalnya, yang tidak bisa dilakukan tanpa root.

  4. Meningkatkan Performa dan Baterai
    Dengan aplikasi root tertentu, Anda bisa mengatur kecepatan CPU (overclock atau underclock), mengontrol aplikasi di latar belakang, dan menghemat penggunaan baterai.

  5. Menginstal Modul Tambahan
    Framework seperti Magisk memberi kebebasan untuk menambah berbagai modul yang meningkatkan fungsi perangkat tanpa mengubah sistem secara permanen.

Risiko Melakukan Root Android

  1. Garansi Hilang
    Banyak produsen tidak menerima klaim garansi jika perangkat telah di-root.

  2. Potensi Bootloop atau Brick
    Salah langkah dalam proses root bisa menyebabkan perangkat tidak bisa menyala (bootloop) atau rusak (bricked).

  3. Keamanan Menurun
    Akses root membuka celah bagi malware atau aplikasi jahat untuk mengakses data sistem.

  4. Update Sistem Otomatis Terhambat
    Beberapa perangkat tidak bisa menerima pembaruan OTA (over-the-air) setelah di-root.

Persiapan Sebelum Rooting

Sebelum memulai proses rooting, pastikan Anda mempersiapkan hal-hal berikut:

  1. Backup Data
    Lakukan pencadangan data penting karena rooting bisa menyebabkan hilangnya data.

  2. Cek Kompatibilitas Perangkat
    Cari tahu metode rooting yang sesuai dengan merek dan model perangkat Anda.

  3. Isi Daya Baterai
    Pastikan baterai terisi minimal 60% untuk menghindari perangkat mati di tengah proses.

  4. Aktifkan USB Debugging dan OEM Unlocking

    • Buka Settings > About Phone > Tap “Build Number” 7 kali hingga muncul “Developer Options”.

    • Kembali ke Settings > Developer Options, aktifkan USB Debugging dan OEM Unlocking.

  5. Unduh Driver USB dan Perangkat Lunak Pendukung
    Instal driver USB perangkat Anda di komputer agar bisa berkomunikasi dengan benar.

Cara Root Android Menggunakan Magisk (Rekomendasi)

Magisk adalah metode rooting modern yang bersifat sistemless (tidak memodifikasi partisi sistem langsung), sehingga lebih aman dan memungkinkan perangkat tetap bisa menggunakan layanan Google seperti Google Pay.

Langkah-langkah:

1. Unlock Bootloader

  • Kunjungi situs resmi vendor Anda untuk mendapatkan izin unlock (misalnya: Xiaomi, Realme, dll).

  • Jalankan perintah berikut dari komputer menggunakan ADB:

adb reboot bootloader
fastboot oem unlock

Catatan: Proses ini menghapus seluruh data di perangkat.

Instal Custom Recovery (TWRP)

  • Unduh versi TWRP sesuai perangkat Anda dari https://twrp.me.

  • Gunakan perintah:

fastboot flash recovery twrp.img

Flash Magisk.zip

  • Unduh file Magisk dari https://github.com/topjohnwu/Magisk.

  • Pindahkan ke memori internal.

  • Boot ke TWRP Recovery.

  • Pilih Install > Magisk.zip > Swipe to Confirm Flash.

  • Reboot perangkat.

4. Verifikasi Root

  • Setelah perangkat menyala, buka Play Store dan unduh Magisk Manager.

  • Aplikasi ini akan menunjukkan apakah root berhasil.

  • Untuk pengecekan tambahan, Anda juga bisa mengunduh Root Checker dari Play Store.

Alternatif Root Tanpa PC

Beberapa aplikasi populer yang pernah digunakan untuk root tanpa PC (walau jarang berhasil di versi Android terbaru):

  1. KingoRoot

    • Tersedia dalam versi Android dan PC.

    • Antarmuka sederhana, namun tingkat keberhasilan menurun di Android versi 10 ke atas.

  2. Framaroot

    • Mudah digunakan, cocok untuk perangkat lama (Android 4.x hingga 5.x).

  3. One Click Root

    • Cocok untuk pemula, tetapi fitur lengkap tersedia di versi berbayar.

Catatan penting: Metode tanpa PC umumnya tidak mendukung perangkat baru dan lebih berisiko.

Tips Setelah Rooting

  1. Instal Aplikasi Root Manager
    Gunakan Magisk Manager atau SuperSU untuk mengatur izin root aplikasi.

  2. Gunakan Aplikasi Root dengan Bijak
    Instal aplikasi seperti Greenify, Titanium Backup, Link2SD, atau AdAway untuk memaksimalkan manfaat root.

  3. Hindari Menghapus File Sistem Sembarangan
    Jangan menghapus file dari direktori sistem tanpa tahu fungsinya karena dapat menyebabkan kerusakan.

  4. Amankan Perangkat Anda
    Gunakan aplikasi antivirus yang mendukung perangkat root seperti Bitdefender atau Kaspersky.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah rooting masih relevan di 2025?

Masih, terutama bagi pengguna yang ingin kontrol penuh atas perangkat, menginstal custom ROM, atau menghapus aplikasi sistem.

Apakah root bisa dihilangkan?

Ya. Anda bisa melakukan unroot melalui Magisk Manager atau flashing ulang ROM resmi perangkat Anda.

Apakah root ilegal?

Tidak. Rooting tidak melanggar hukum, tetapi bisa membatalkan garansi perangkat.

Apakah semua perangkat Android bisa di-root?

Secara teknis bisa, tetapi beberapa perangkat memiliki bootloader yang terkunci atau proteksi khusus sehingga sulit di-root.

Root Android adalah cara yang kuat untuk membuka potensi penuh perangkat Anda. Dengan akses root, Anda bisa mengatur sistem sesuka hati, menghapus bloatware, dan memodifikasi tampilan serta kinerja perangkat sesuai kebutuhan.

Namun, rooting juga datang dengan tanggung jawab. Risiko seperti kehilangan garansi, kerusakan sistem, dan penurunan keamanan harus dipertimbangkan dengan matang. Oleh karena itu, pastikan Anda melakukan riset terlebih dahulu, mengikuti panduan resmi, dan selalu berhati-hati dalam setiap langkah.

Jika dilakukan dengan benar, rooting bisa menjadi langkah besar menuju pengalaman Android yang lebih bebas dan fleksibel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *